Selasa, 18 September 2018

BELAJAR KERAS, CERDAS, DAN IKHLAS


BAB I

I. BELAJAR KERAS
Menurut Nana Syaodih S (2005) silam, menyatakan sebagian perkembangan individu berlangsung melalui belajar. Prinsip belajar keras sangat efektif bagi pembelajaran, juga sangat kompeten bagi siswa maupun orang lain.
II. BELAJAR CERDAS
Belajar cerdas adalah belajar dengan tepat dengan tidak membuang-buang waktu. Orang tidak tahu untuk menjadi tahu karena belajar, belajar membuat seseorang menjadi cerdas. Cerdas untuk mengerjakan, cerdas untuk menulis, cerdas membedakan, menganalisis, dan cerdas untuk menghitung. Kecerdasan orang berbeda beda.
Berikut cara yang dapat dilakukan untuk belajar cerdas :
1.    Membentuk lingkungan ideal untuk belajar
Kondisi lingkungan sangat mempengaruhi kemampuan untuk konsentrasi. Lingkungan yang ramai dan berisik akan menggangu dan menghalangi konsentrasi belajar. Lingkungan yang tenang dan ramai dapat membantu agar bisa focus. Lingkungan menjadi poin pertama untuk belajar cerdas.
2.    Bentuk tujuan dalam belajar
 Tujuan dalam belajar menjadikan dan memotivasi untuk belajar lebih giat. Berikut adalah kriteria tujuan belajar :
·         Spesifik
Dengan tujuan khusus dan jelas akan membuat memahami dan memotivasi untuk belajar.
·         Terukur
Tujuan yang sesuai dengan kemampuan akan membuat pemikiran dapat mencapainya dan juga dapat menjadi motivasi.
·         Waktu
Tujuan utama belajar cerdas adalah untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dan menjaga stamina untuk tetap fit dengan pemahaman materi yang jauh lebih baik.
3.    Dapatkan alasan untuk belajar
Mendapatkan alasan untuk belajar sangat penting, alasan belajar yang tepat akan membantu untuk konsentrasi belajar dalam waktu lama. Alasan pembelajaran akan memotivasi kita karena keinginan sendiri. Diwajibkan mengetahui mengapa pelajaran yang dipelajari itu penting.
4.    Membuat belajar yang relevan
Penting untuk belajar yang relevan dan mudah diterapkan dikehidupan. Pahami materi yang dipelajari, lalu pikirkan apa yang bisa dikembangkan dari apa yang dipelajari. Melakukan hal ini dapat memotivasi dan memanfaatkaan dengan optimal.

III. BELAJAR IKHLAS
Belajar ikhlas adalah belajar yang menerima, berserah diri, dan tanpa pamrih. Belajar menerima apapun keputusan yang diberikan kepada kita dan selalu dekat dengan Allah SWT atas kuasa-Nya. Ikhlas itu sejalan dengan sabar dan tawakkal. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar mencapai ikhlas di hati :
1.      Bersyukur
Dalam bersyukur kita dinilai menghargai dan menghormati kebesaran Allah SWT yang sudah diberikan pada kita semua. Bersyukur tidak mudah dilakukan karena penilaian bisa diberikan bukan dari perbuatan dan perkataan saja, karena Allah SWT dapat melihat isi hati setiap makhluknya.
2.      Merubah pola pikir
Mindset atau pola pikir adalah cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dari sikap seseorang yang menentukan tingkat keberhasilan kehidupan. Berpikir positif, berani gagal, siap kerja keras, focus, berkomitmen, pantang menyerah, konsisten dan sabar adalah hal yang diperlukan untuk merubah pola piker.
3.      Menyadari titipan
Jika kita sadar semua adalah sementara, kita juga akan menyadari bahwa semua adalah titipan. Jadi kita harus menjaga amanah sebaik-baiknya.
4.      Membesarkan hati
 Membesarkan hati adalah ungkapan yang berarti menekan terhadap hal yang bersifat positif.


BAB II

I.            DISLOGIA
Dislogia adalah rendahnya tingkat kecerdasan (IQ) seorang anak atau ketidakmampuan yang  ditandai dengan rendahnya fungsi intelektual untuk menyesuaikan diri. Fungsi intelektual seseorang diukur melalui tes IQ. Penderita biasanya terjadi dibawah usia 18 tahun.
Berikut adalah penyebab dislogia :
1.      Kelainan anatomis pada otak
2.      Kurangnya oksigen selama dalam kandungan dan saat proses persalinan yang lama dan susah
3.      Kanker ganas pada otak
4.      Infeksi selama dalam kandungan. Seperti rubella, herpes simpleks, sifilis. Penyakit tersebut sudah terbukti sebagai penyebab dari terjadinya cacat bawaan dari lahir
5.      Ibu demam lama selama mengandung
6.      Penggunaan obat anti kejang dan alcohol selama kehamilan
7.      Kerusakan otak yang luas akibat trauma dan cedera berat dikepala
8.      Kurangnya yodium selama dalam kandngan dan di awal kehidupan, hingga terjadi kurangnya hormon tiroid
9.      Down syndrome, terjadi kelainan genetika berupa trisomy pada kromosom 21
10.  Digeorge syndrome, terjadi kelainan genetika berupa delesi pada kromosom 22
Terdapat 2 aspek fungsi retardasi mental. Pertama, keterbatasan fungsi intelektual yang mengacu pada kemampuan untuk belajar, membuat keputusan, memecahkan masalah, dan membuat alasan. Rata-rata dari tes IQ adalah 100, anak dianggap disabilitas intelektual jika ia memiliki IQ kurang dari 70. Yang kedua, keterbatasan fungsi perilaku adaptif, yang terkait dengan keterampilan untuk menjalani kesehariannya, seperti berinteraksi dengan orang dan berkomunikasi efektif.

II.            ADD ( ATTENTION DIFICIT DISORDER)
ADD adalah buruknya suatu pemusat perhatian dan sifat implusif pada anak yang tidak sesuai dengan usianya. ADD merupakan masalah dalam konsentrasi, pemusat perhatian dan ketekunan dalam menjalankan tugas.
ADD pada dasarnya menyerang mental seseorang yang dipengaruhi banyak hal, diantaranya kurangnya asupan gizi saat kehamilan, factor radiasi pada anak saat balita. Anak biasanya mengalami kurang perhatian hingga anak menjadi pendiam dan murung yang akhirnya anak melakukan hal aneh dalam kondisi diamnya. Anak ADD sering melakukan tindakan yang ada diluar kepala namun mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan.
Banyak fakta yang membuktikan anak penderita ADD dapat sembuh dengan sendirinya saat dia dewasa, namun tidak semua penderita seperti ini. Satu hal yang harus diwaspadai adalah interaksi social dan emosional, dan yang harus diperhatikan adalah seberapa baik pergaulan mereka dengan anak lain, bagaimana organisirnya mereka.
Berikut ciri-ciri yang terjadi pada anak ADD :
1.      Susah untuk focus, baik pelajaran ataupun hal lainnya
2.      Tidak berhasil dalam mengerjakan tugas sekolah saat dirumah
3.      Gagal menjadi pendengar yang baik, karena sulitnya berkonsentrasi
4.      Memerlukan cara berpikir lebih untuk melakukan pekerjaan
5.      Sering lupa untuk membawa kembali utuh perlengkapan sekolah yang dibawa dari rumah
6.      Selalu gelisah, tidak mau diam
7.      Memaksa orang lain jika kemauannya tidak dituruti
8.      Tidak mau menuruti perintah
9.      Tidak suka dipaksa
DAFTAR PUSTAKA

5.      http://www.kerjanya.net/faq/6650-retardasi-mental.html. (13 September 2018 / 19.28)
6.      https://www.jevuska.com/2007/01/19/retardasi-mental/. (13 September 2018 / 19.55)
8.      https://autismecare.wordpress.com/2012/11/26/mengenal-add/ (13 September 2018 / 21.10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar