BAB I
I. BELAJAR
KERAS
Menurut Nana Syaodih S (2005) silam,
menyatakan sebagian perkembangan individu berlangsung melalui belajar. Prinsip
belajar keras sangat efektif bagi pembelajaran, juga sangat kompeten bagi siswa
maupun orang lain.
II. BELAJAR
CERDAS
Belajar cerdas adalah belajar dengan
tepat dengan tidak membuang-buang waktu. Orang tidak tahu untuk menjadi tahu
karena belajar, belajar membuat seseorang menjadi cerdas. Cerdas untuk
mengerjakan, cerdas untuk menulis, cerdas membedakan, menganalisis, dan cerdas
untuk menghitung. Kecerdasan orang berbeda beda.
Berikut
cara yang dapat dilakukan untuk belajar cerdas :
1. Membentuk
lingkungan ideal untuk belajar
Kondisi
lingkungan sangat mempengaruhi kemampuan untuk konsentrasi. Lingkungan yang
ramai dan berisik akan menggangu dan menghalangi konsentrasi belajar.
Lingkungan yang tenang dan ramai dapat membantu agar bisa focus. Lingkungan
menjadi poin pertama untuk belajar cerdas.
2. Bentuk
tujuan dalam belajar
Tujuan dalam belajar menjadikan dan memotivasi
untuk belajar lebih giat. Berikut adalah kriteria tujuan belajar :
·
Spesifik
Dengan tujuan khusus
dan jelas akan membuat memahami dan memotivasi untuk belajar.
·
Terukur
Tujuan yang sesuai
dengan kemampuan akan membuat pemikiran dapat mencapainya dan juga dapat menjadi
motivasi.
·
Waktu
Tujuan utama belajar
cerdas adalah untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, dan menjaga stamina
untuk tetap fit dengan pemahaman materi yang jauh lebih baik.
3. Dapatkan
alasan untuk belajar
Mendapatkan
alasan untuk belajar sangat penting, alasan belajar yang tepat akan membantu
untuk konsentrasi belajar dalam waktu lama. Alasan pembelajaran akan memotivasi
kita karena keinginan sendiri. Diwajibkan mengetahui mengapa pelajaran yang
dipelajari itu penting.
4. Membuat
belajar yang relevan
Penting
untuk belajar yang relevan dan mudah diterapkan dikehidupan. Pahami materi yang
dipelajari, lalu pikirkan apa yang bisa dikembangkan dari apa yang dipelajari. Melakukan
hal ini dapat memotivasi dan memanfaatkaan dengan optimal.
III. BELAJAR
IKHLAS
Belajar ikhlas adalah belajar yang
menerima, berserah diri, dan tanpa pamrih. Belajar menerima apapun keputusan
yang diberikan kepada kita dan selalu dekat dengan Allah SWT atas kuasa-Nya.
Ikhlas itu sejalan dengan sabar dan tawakkal. Ada beberapa hal yang dapat
dilakukan agar mencapai ikhlas di hati :
1. Bersyukur
Dalam
bersyukur kita dinilai menghargai dan menghormati kebesaran Allah SWT yang
sudah diberikan pada kita semua. Bersyukur tidak mudah dilakukan karena
penilaian bisa diberikan bukan dari perbuatan dan perkataan saja, karena Allah
SWT dapat melihat isi hati setiap makhluknya.
2. Merubah
pola pikir
Mindset
atau pola pikir adalah cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dari sikap
seseorang yang menentukan tingkat keberhasilan kehidupan. Berpikir positif,
berani gagal, siap kerja keras, focus, berkomitmen, pantang menyerah, konsisten
dan sabar adalah hal yang diperlukan untuk merubah pola piker.
3. Menyadari
titipan
Jika
kita sadar semua adalah sementara, kita juga akan menyadari bahwa semua adalah
titipan. Jadi kita harus menjaga amanah sebaik-baiknya.
4. Membesarkan
hati
Membesarkan hati adalah ungkapan yang berarti
menekan terhadap hal yang bersifat positif.
BAB II
I.
DISLOGIA
Dislogia adalah rendahnya
tingkat kecerdasan (IQ) seorang anak atau ketidakmampuan yang ditandai dengan rendahnya fungsi intelektual
untuk menyesuaikan diri. Fungsi intelektual seseorang diukur melalui tes IQ. Penderita
biasanya terjadi dibawah usia 18 tahun.
Berikut adalah penyebab dislogia :
1. Kelainan
anatomis pada otak
2. Kurangnya
oksigen selama dalam kandungan dan saat proses persalinan yang lama dan susah
3. Kanker
ganas pada otak
4. Infeksi
selama dalam kandungan. Seperti rubella, herpes simpleks, sifilis. Penyakit
tersebut sudah terbukti sebagai penyebab dari terjadinya cacat bawaan dari
lahir
5. Ibu
demam lama selama mengandung
6. Penggunaan
obat anti kejang dan alcohol selama kehamilan
7. Kerusakan
otak yang luas akibat trauma dan cedera berat dikepala
8. Kurangnya
yodium selama dalam kandngan dan di awal kehidupan, hingga terjadi kurangnya
hormon tiroid
9. Down
syndrome, terjadi kelainan genetika berupa trisomy pada kromosom 21
10. Digeorge
syndrome, terjadi kelainan genetika berupa delesi pada kromosom 22
Terdapat 2 aspek fungsi
retardasi mental. Pertama, keterbatasan fungsi intelektual yang mengacu pada
kemampuan untuk belajar, membuat keputusan, memecahkan masalah, dan membuat alasan.
Rata-rata dari tes IQ adalah 100, anak dianggap disabilitas intelektual jika ia
memiliki IQ kurang dari 70. Yang kedua, keterbatasan fungsi perilaku adaptif,
yang terkait dengan keterampilan untuk menjalani kesehariannya, seperti
berinteraksi dengan orang dan berkomunikasi efektif.
II.
ADD
( ATTENTION DIFICIT DISORDER)
ADD
adalah buruknya suatu pemusat perhatian dan sifat implusif pada anak yang tidak
sesuai dengan usianya. ADD merupakan masalah dalam konsentrasi, pemusat
perhatian dan ketekunan dalam menjalankan tugas.
ADD
pada dasarnya menyerang mental seseorang yang dipengaruhi banyak hal,
diantaranya kurangnya asupan gizi saat kehamilan, factor radiasi pada anak saat
balita. Anak biasanya mengalami kurang perhatian hingga anak menjadi pendiam
dan murung yang akhirnya anak melakukan hal aneh dalam kondisi diamnya. Anak
ADD sering melakukan tindakan yang ada diluar kepala namun mereka tidak
menyadari apa yang mereka lakukan.
Banyak fakta
yang membuktikan anak penderita ADD dapat sembuh dengan sendirinya saat dia
dewasa, namun tidak semua penderita seperti ini. Satu hal yang harus diwaspadai
adalah interaksi social dan emosional, dan yang harus diperhatikan adalah
seberapa baik pergaulan mereka dengan anak lain, bagaimana organisirnya mereka.
Berikut
ciri-ciri yang terjadi pada anak ADD :
1. Susah
untuk focus, baik pelajaran ataupun hal lainnya
2. Tidak
berhasil dalam mengerjakan tugas sekolah saat dirumah
3. Gagal
menjadi pendengar yang baik, karena sulitnya berkonsentrasi
4. Memerlukan
cara berpikir lebih untuk melakukan pekerjaan
5. Sering
lupa untuk membawa kembali utuh perlengkapan sekolah yang dibawa dari rumah
6. Selalu
gelisah, tidak mau diam
7. Memaksa
orang lain jika kemauannya tidak dituruti
8. Tidak
mau menuruti perintah
9. Tidak
suka dipaksa
DAFTAR PUSTAKA
1.
https://www.dictio.id/t/bagaimana-cara-belajar-cerdas-bukan-belajar-keras/9142. (6 September 2018 /
19.20)
2. https://www.kompasiana.com/triboedyhermanto/5500b0bda333114e755118b0/belajar-keras-smart-cerdas-dan-ikhlas. (6 September 2018 /
20.09)
3. http://danzid.blogspot.com/2015/09/belajar-kerasbelajar-kerasbersabar.html?m=1
(11 September 2018 / 14.53)
4. http://terima-kasihya-allah.blogspot.com/2013/01/belajar-ikhlas-untuk-membuat-hidup.html.
(11 September 2018 / 16.10)
7. http://beritamadani.co.id/2016/11/15/perbedaan-anak-dengan-attention-deficit-disorder-add-dan-attention-deficit-hiperaktif-disorder-adhd/
(13 September 2018 / 20. 31)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar